Latest Entries »

Allah Maha Besar

 

Banyak Jalan Menuju Tuhan[i]

Berbicara tentang Tuhan –terkait masalah keyakinan mengenai eksistensi Tuhan, ada beberapa hal yang perlu  digaris bawahi;  peranan keyakinan dalam kehidupan bukan semata ketika dalam masa ibadah, melainkan lebih kepada bercampurnya aspek ketuhanan dalam semua sendi kehiupan. Ketika seseorang sedang dalam masalah, maka ia akan kembali kepada rasa ingin bercurah hati untuk meringankan beban yang ia hadapi. Ini sepertinya sudah menjadi sifat dasar bagi manusia. Ia akan selalu merasa kesepian –kenyataanya berada dalam keramaian—ketika  masalah menimpanya. Disaat semua orang tidak respek terhadap keadaan kita, seperti inilah manusia akan merasa membutuhkan Tuhanya untuk menjadi teman sejati. Tuhan selalu ada untuk kita, bagaimanapun perasaan kita terhadapnya, Tuhan akan selalu memberikan yang terbaik untuk kita.  

Kita sangat beruntung menjadi bagian dari umat Nabi Muhammad SAW, dengan sampainya Risalah Beliau di zaman ini, kita tidak butuh cara yang rumit untuk mencari eksistensi Tuhan. Ini merupakan sesuatu hal yang mestinya harus amat kita syukuri. Tentunya kita ingat beberapa kisah dalam Alquran mengenai dialog antara makhluk-makhluk—Nabi dan Malaikat Allah—dengan Tuhan. Terbesit dalam benak kita adanya sedikit keraguan di antara makhluk-makhluk tersebut untuk meyakini apa yang Tuhan kehendaki; Seperti Nabi Ibrahim AS, yang menginginkan agar Tuhan memperlihatkan kepadanya bagaimana cara Tuhan menghidupkan sesuatu yang mati; ataupun Mailaikat yang meragukan keinginan Tuhan untuk menjadikan manusia mengkondisikan Planet Bumi yang berada dalam lingkaran galaksi Bima Sakti. Dalam hal ini, tidak ada maksud untuk mengukur keimanan para makhluk Tuhan di atas, namun sekedar memperjelas tentang teori Islam—Risalah Nabi Mumammad SAW dalam mengimani Tuhan—yang dikehendaki Tuhan sebagai penyempurna sekaligus penutup untuk semua Risalah  yang ada di muka Bumi.

Dari hal di atas, jelas terpikir oleh kita bahwa Tuhan menginginkan agar manusia—makhluk yang diciptakan untuk memimpin Bumi—mengikuti apa yang diinginkan oleh-Nya. Manusia dengan beberapa kelebihan yang Tuhan berikan kepadanya seharusnya sadar akan perhatian dan kasih sayang Tuhan pada mereka. Ada dua hal penting yang ada dalam diri manusia yaitu akal dan naluri. Keduanya merupakan keistimewaan pada diri manusia yang diberikan oleh Tuhan, bahkan mungkin dua hal terpenting untuk dijadikan dasar memimpin Bumi. Namun apakah manusia akan berhasil hanya dengan akal dan nurani?; Ataukah ada hal lain untuk menjadikan dua hal tersebut berjalan dalam diri manusia sesuai dengan kehendak Tuhan?; mustahil kiranya manusia akan berjumpa dengan Tuhan-nya dengan hanya berbekal akal dan nurani.

Keimanan merupakan kunci utama manusia untuk bisa merasakan eksistensi Tuhan. Dengan beriman, manusia akan mengetahui cara menggunakan akal dan naluri, sesuai dengan yang dikehendaki Tuhan.

Dalam Alquran, keimanan disebut pertama kali untuk menggambarkan orang-orang yang dicintai Tuhan sebelum hal lain. Hal ini menunjukan bahwa Islam; dengan Alquran sebagai Kitab sucinya, adalah  Agama yang sempurna untuk dijadikan sumber mengenal Tuhan.

• Jalan  Untuk Mengenal Tuhan.

Kita sebagai Umat Islam tentu mempunyai cara tersendiri untuk bisa merasakan kehadiran Tuhan. Allah SWT berfirman :

يآيُها اَللذين آمنوا اتّقوا الله وابتغوا إليه الوسيلة وجهدوا في سبيله لعلكم تفلحون

(سورة المائدة :35)

Allah SWT, memberikan jalan seluas luasnya kepada manusia—umat Islam—agar bisa mengenal Tuhanya. Dalam ayat di atas, Allah memerintahkan manusia yang beriman agar bertaqwa kepada-Nya dan mencari jalan untuk bisa mengenal diri-Nya, serta benar-benar melaksanakan apa yang sudah menjadi ketetapan-Nya.

Jika kita melihat Islam di masa lampau, kita akan mendapati beberapa Tokoh besar Islam baik dari generasi Sahabat, Tabi’in, maupun setelahnya yang mempunyai cara tersendiri untuk bisa merasakan kehadiran Tuhan. Seperti Khulafa Urrasyidin—dengan posisi sebagai orang yang memimpin seluruh Umat Islam, mereka tetap berusaha untuk mendekat kepada Allah dengan berbagai cara seperti; berpolitik, berperang, berdagang, mengatur Umat Islam seperti yang diwasiatkan Nabi kepada mereka dan hal-hal lain yang sifatnya adalah taqorruban ila Allah—, Amir Ibn Abdullah Ibn Qis, Haram Ibn Hayan, Al ahnaf Ibn Qis, Shilah Ibn Asyim, Hasan Albashri—Ulama-ulama di Kuffah masa Tabi’in; sebagian dari mereka melakukan hal-hal yang sifatnya diluar kebiasaan manusia, hanya untuk mendekat kepada Allah; Hasan Albasri merupakan Ulama yang sangat masyhur dimasa itu dan ‘’jalan pencarian Tuhanya’’ dijadikan rujukan ulama setelahnya, Imam al madzahib al arba’ah; Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad Bin Hanbal; Imam Abu Al hasan Al asy’ari dan Imam Abu Mansur Al maturidi—pendobrak ideologi ushuli Mu’tazilah. Dengan relevansi konsep aqidah yang oleh sebagian besar Ulama sesudahnya dianggap paling mendekati makna, dari konsep Ahlu As sunnah wa Al jama’ah yang dimaksud oleh Nabi; Imam Al ghazali dan Ulama-ulama lainya diseluruh penjuru Dunia yang hidup setelahnya.

Umat Islam mengenal Tasawwuf—terlepas dari perdebatanya sebagai sebuah disiplin ilmu pengetuhuan Islam; juga mengenai perdebatan golongan yang tidak sependapat mengenai eksistensinya sebagai disiplin ilmu yang akan mengantarkan seorang muslim untuk menuju Tuhanya. Dalam Tasawuf diajarkan banyak mengenai hal-hal yang dianggap biasa oleh orang pada umumnya, sebagai sesuatu yang bernilai ibadah baginya. Di dalamnya terdapat hikmah-hikmah kehidupan yang akan mendekatkan seorang muslim kepada Tuhanya, tentunya dengan seorang Syeikh, yang akan menjadi penuntun bagi para murid yang hendak mendekatkan diri kepada Allah SWT. Inti dari ajaran Tasawuf adalah untuk mensucikan hati seseorang agar terhindar dari hal-hal yang akan membuat dirinya jauh dari mengingat Tuhanya, sehingga hatinya akan menterjemahkan semua yang diketahuinya dengan benar, sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah SWT, sebagaimana sabda Nabi SAW :

إذا صلحت القلوب فصلحت الجساد كلها وإذا فسدت القلوب فسدت الجساد كلها ( الحديث )

Alquran sebagai sumber utama Umat Islam juga tidak dapat diresapi dengan hati yang tekunci dalam kegelapan, sebagaimana firman Allah :

أفلا يتدبٌرون القرأن أم على قلوب أقفا لها ( الأية)

Dewasa ini, muncul beberapa aliran di dalam Umat Islam yang mempersempit makna ibadah kepada Allah SWT. Mereka justru cenderung membatasi ibadah agar terhindar dari hal-hal yang mereka anggap sebagai bid’ah dlolalah ; sesuatu yang baru dalam ibadah dan tidak ada di zaman Nabi sekaligus menyesatkan. Padahal Allah membukakan jalan kepada kita untuk beribadah kepada-Nya dengan berbagai macam ibadah yang bersumber dari Alquran dan Hadis yang sangat beragam. Timbul pertanyaan dalam benak kita, apa yang sebenarnya terjadi pada diri mereka? apakah karena fanatisme yang terlampau sangat sehingga membuat mereka terlihat berpikiran kerdil, ataukah karena ada motif lain di balik itu semua? Wallahu a’lam. Alangkah indahnya apabila kita semua saling mengenal dan menghargai antar sesama yang beraneka macam jenis dan sifatnya, hal itu sebagai sarana penopang kita dalam beribadah kepada Allah, tanpa harus mengklaim kebenaran satu kelompok dan menghakimi kelompok yang lain, sebagaimana firman Allah SWT :

ياأيٌها الناس إتقوا ربكم الذي خلقكم من ذكروأنثى و جعلناكم شعوبا و قبائلا لتعارفوا إنٌ أكرمكم عند الله أتقاكم ( ألأية )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


[i] Oleh:  Attabik Hasan Ma’ruf.

                                     Puasa Di Bulan Ramadhan[1]

Seseorang akan membayangkan Puasa ketika kata Ramadhan didengungkan.’’ Ramadhan ‘’, telah identik dengan bulan, di mana seorang muslim diwajibkan berpuasa satu bulan penuh, namun sejauh mana sebenarnya hakikat Puasa yang telah kita resapi? Apakah kita hanya diwajibkan menahan haus dan lapar sehari penuh, kemudian makan dan minum sepuasnya saat berbuka?, apapula yang mendasari diwajibkanya Puasa di bulan Ramadhan?. Pertanyaan yang sangat sederhana, namun butuh pemahaan yang lurus dalam memahami hakikat Puasa, terlebih Puasa di bulan Ramadhan yang kita  jalani setiap tahunya.

  • Makna Puasa

Puasa merupakan ibadah yang sudah dilakukan sejak zaman Nabi Adam As—seperti apa yang dikatakan sahabat Ali Ra di dalam sebuah riwayat yang disandarkan pada beliau—yang berlanjut hingga saat ini. Puasa adalah ibadah yang sudah ada sejak Allah SWT menciptakan manusia untuk menghuni alam semesta. Tujuan dari Puasa adalah untuk menjaga manusia dalam ketakwaan kepada Allah dan menjauhkanya dari segala bentuk amal perbuatan yang tidak terpuji, sebagaimana firman Allah SWT :

يأيٌهااليذين أمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتٌقون

( S. Al baqarah : 183 )

Allah mewajibkan Puasa seperti halnya mewajibkan Syahadat, Shalat, Zakat dan Haji, sebagaimana hadis Nabi SAW :

بني لإسلام على خمس شهادة أن لا اله إلا الله و أن محمدا الرسول الله و إقام الصلاة وإيتاء الزكاة و صوم رمضان و الحج

( HR. Bukhari-Muslim )

Puasa secara bahasa berarti menahan, adapun makna Puasa menurut istilah adalah menahan segala hal yang membatalkan Puasa; makan, minum, bergaul dengan isteri di siang hari puasa, atau merusak Puasa; menggunjing, memfitnah, berdusta, maksiat, juga dengan disertai niat berpuasa dari mulai terbitnya matahari hingga terbenamnya matahari.

Jika kita memahami hakikat Puasa dan melaksanakanya dengan benar, maka kita termasuk golongan orang yang benar-benar beruntung di dunia dan di akhirat kelak. Nabi SAW bersabda :

يقول الله تبارك و تعالى كل عمل ابن آدم له إلا الصوم فإنه لي و أنا أجزى به

( Muttafaq ‘laih )

Di zaman ini, Puasa merupakan sarana yang tepat bagi umat Islam untuk kembali menemukan jati dirinya sebagai umat yang menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan, moral dan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Islam telah berkembang selama berabad-abad dengan jumlah pemeluk yang terus meningkat tajam, namun ajaran inti dan sederhana yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW berupa tauhid, etika, dan kepekaan sosial, tergerus oleh kepentingan-kepentingan golongan yang mengesampingkan nila-nilai keislaman itu sendiri, entah itu kepentingan politik; agama dijual hanya untuk meningkatkan pamor golongan atau partai; atau bahkan mengeliminasi esensi pemahaman agama yang berbenturan dengan visi dan misi golongan mereka. Hal-hal semacam ini muncul akibat kurangnya umat Islam dalam memahami hakikat ibadah yang melatih umat untuk tetap ‘’istiqomah’’ dalam menjalankan ajaran Nabi Muhammad SAW. Puasa Ramadhan merupakan alternatif bagi kita umat Islam untuk membenahi itu semua. Puasa bukan hanya untuk mencari pahala Allah SWT semata, namun jauh dari itu, terdapat kesempatan pada masing-masing diri kita untuk mendekatkan diri kepada Allah dan membersihkan hal-hal buruk yang menodai hati kita, karena sejatinya, hati akan mengatakan kepada kita mengenai baik dan buruknya suatu hal dengan sejujur-jujurnya, sebagaimana firman Allah SWT :

فتكون لهم قلوب يعقلون. ( الأية )

bahkan oleh hati yang sangat kotor sekalipun, terkecuali jika Allah menghendaki untuk mengunci hati seseorang. Allah SWT berfirman :

أفلا يتدبرون القرآن أم على قلوب أقفالها. ( الأية )

  • Puasa Ramadhan

Puasa Ramadhan sejatinya telah diwajibkan oleh Allah SWT sejak zaman Nabi Musa dan Nabi Isa As; dalam konteks wajib, bukan mengenai tata cara pelaksanaanya, namun adapula riwayat yang mengatakan bahwa Puasa Ramadhan diwajibkan sejak zaman Nabi Nuh As setelah mereka keluar dari kapal yang menyelamatkan mereka dari bencana banjir mahadahsyat saat itu, wallahu a’lam. Ramadhan sendiri berasal dari kata ramdhaa yang berarti panas yang sangat menyengat, sebuah riwayat lain mengatakan bahwa orang zaman dahulu menamai bulan-bulan mereka berdasarkan dengan kondisi cuaca  sebuah tempat yang mereka singgahi, itu pula yang mendasari mereka menamai bulan Ramadhan, karena pada saat itu mereka sedang menyinggahi tempat yang sangat panas atau yang dalam bahasa arab disebut dengan ramdhaa. Adapun sumber-sumber lain masih dalam satu makna dari kedua sumber yang telah disebutkan sebelumnya.

Allah SWT telah mengistemawakan bulan Ramadhan dibandingkan bulan-bulan yang lain dengan menurunkan Alquran di dalamnya, melipat gandakan segala amal dan perbuatan sebagai ganjaran dari Allah SWT, di bulan itu juga Allah SWT membukakan pintu surga dan menutup pintu neraka, Nabi SAW bersabda :

إذا جاء رمضان فتٌحت أبواب الجنة و غلٌقت أبواب النار و صفٌدت الشٌياطين

(HR. Muslim, Nasai, Ahmad )

Tentunya kita juga akan mengingat malam lailatul qadar, suatu malam dimana kitab tervalid di dunia yaitu Alquran diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW di bumi, sebagaimana firman Allah SWT :

 

إنٌا أنزلناه فى ليلة مباركة إنٌا كنٌا منذرين.

( S. Addukhan :3 )

Allah SWT juga menegaskan bahwa malam lailatul qadar lebih utama dibandingkan dengan seribu bulan, di saat itu pula para Malaikat dan ruh turun ke bumi hingga fajar datang, sebagaimana  firman-Nya :

إنٌا أنزلناه فى ليلة القدر. وما أدرآك ما ليلة القدر.ليلة القدر خير من ألف شهر.تنزٌل الملآئكة والرٌوح فيها بإذن ربٌهم من كلٌ أمر سلام هي مطلعالفجر.

( S. Alqadar :1-5 )

Adapun Puasa merupakan ibadah yang sangat mulia di sisi Allah SWT, sebagaimana hadis yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa Allah sendirilah yang akan langsung membalas pahala orang yang berpuasa, karena hakikat Puasa adalah ibadah persembahan untuk Mahadiraja Tuhan Semesta Alam. Karena keistimewaan itu pula, Puasa diwajibkan di bulan Ramadhan, bulan yang sangat istimewa dan diisi oleh ibadah yang juga istimewa. Lengkaplah sudah ganjaran yang diberikan oleh Allah di bulan Ramadhan untuk para hambanya yang taat, sebuah bulan yang seharusnya mampu untuk membentuk seorang pribadi muslim berdinamika dalam kehidupan sehari-hari selaras dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW. Semoga kita termasuk hamba yang mampu mengambil hadiah pahala di bulan Ramadhan dan memaksimalkan pemahamaan hakikat tentang ibadah Puasa, sehingga kita termasuk orang yang beruntung di dunia dan akhirat. Aameen yaa rabbal ‘alamin.


[1] Oleh : Attabik Hasan Ma’ruf.

Sekitar tahun 701 H, telah lahir seorang ulama besar dengan nama lengkap Abul fida’ ‘imaduddin isma’il ibn umar ibn katsir ibn dhou’ibn katsir ibn dir’in al bashori ad damasyki alfakih as syafi’I al hafidz ‘imaduddin ibn alkhotib syihabuddin, beliau dilahirkan di dekat kota bushra, terletak di sebelah timur Damaskus. Beliau tinggal bersama dengan saudara laki-lakinya pada saat berusia tujuh tahun karena ayahandanya meninggal dunia pada saat itu. Sebagai seorang yang memiliki karakter ulama, beliau mampu mempelajari ilmu-ilmu agama yang sangat banyak pada saat berusia sepuluh tahun, menginjak umurnya yang ke delapan belas beliau telah hafal kitab mukhtashor ibnI hijab.
Beliau belajar dari ulama-ulama yang sangat ‘alim, diantara guru-guru beliau yaitu :
 Burhan Al fazari
 Al kamal Ibn Al qadhi Syahbah
 ‘isa Ibn Al muth’am
 Ahmad Ibn Abi Thalib
 Al qosim Ibn ‘asakir
 Ibnu Asyirazi
 Ishaq Al amidi
 Muhammad Ibn Zaradi
 Asyeikh Jamaluddin Yusuf Ibn Zaki Al mizzi ( pengarang kitab Tahdzibul Kamal ), beliau juga menikahi putrinya.
 Syaikhul islam Ibnu Taimiyah
 Syaikh Muhammad Syamsuddin Adzahabi
 Abu Musa Al kurafi
 Al husein
 Abul Fathi Ad dabusi
 ‘ali Ibn Umar Al wani
 Yusuf Al katani.

Masih ada lagi bebrapa guru beliau yang tidak disebutkan, beliau sangat mencintai guru-gurunya dan menggunakan ilmu yang telah diperoleh dengan sebaik-baiknya. Salah satu murid beliau yang terkenla adalah Ibnu hijjiy,salah seorang murid Ibnu katsir yang mengaku tidak pernah menulis satu hurufpun sebelum mendapatkan izin dari gurunya tersebut. Para ulama memujinya dengan pujian yang sangat banyak dan berbeda-beda. Imam adzhabi menyebut bahwa Syaikh Ibu katsir adalah imam muhadist, mufti, fakih yang sangat produktif dan cemerlang dalam menanggapi persoalan-persoalan agama melalui karya-karyanya.

Beberapa karya-karya beliau yang sangat terkanal antara lain :

 Tafsir Alquran Al’adzim
 Albidayah wa An nihayah
 Tabaqoatl Asyafi’iyah
 Ikhtishoru ‘ulumil Hadis
 Almuqadimat

Masih banyak lagi buku-buku beliau yang lain dan sangat berperan dalam perkembangan khasanah keilmuan umat islam.

Sebagai seorang manusia biasa, maka tepat pada hari kamis, dua pululuh enam Sya’ban 774 H beliau menghembuskan nafas terakhirnya. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Pendapat menukil dari pendapat Ibnu tarzi bardi. Adapun jenazah beliau di makamkan dalam satu pekuburan bersama dengan syaikhul islam Ibnu taimiyah, di pekuburan Ashufiyah di luar Babu nashr di Damaskus.


[1] Aku tulis ini pada Ahad 27 Maret 2011 pukul 21.30 waktu Kairo.,..Attabik Hasan Ma’ruf.

Beberapa menit telah kulewati dalam umurku yang kedua satu. Sudah dua tahun aku merayakan ulang tahun di Mesir. Lebih tepatnya melewati karena aku memperingati ulang tahunku hanya beberapa kali saja. Masih teringat jelas bagaimana kakak-kakakku membentangkan kertas warna-warni di depan ruang tamu dimana sekarang telah berubah menjadi ruang makan. Aku diminta oleh mereka untuk memotong kertas-kertas itu kemudian disuruh memasuki ruangan yang telah penuh dengan hiasan balon lengkap dengan pernak-pernik ulang tahun lainya. Akupun masih ingat betul bagaimana acara setelah itu adalah makan roti yang telah dipersiapkan oleh mereka. Ya! Roti ulang tahun, seingat saya itu adalah ulang tahunku yang ke tujuh. Terus terang perasaanku saat itu terlalu biasa untuk dibilang bahagia. Mungkin hanya sedikit grogi karena ada beberapa saudaraku dan santrinya ‘’simbah’’ yang ikut merayakanya. Bagiku itu merupakan kado terindah hidupku yang pernah aku terima. Kado kehangatan kasih sayang yang diberikan oleh kakak-kakakku. Acara malam itu dilanjutkan doa bersama untuk keselamatan aku. Satu yang menjadi pertanyaanku saat itu adalah apa motif mereka merayakan ulang tahunku. Apakah mereka ingin memberikan sesuatu yang berkesan untuk aku kenang dikehidupanku kelak atau hanya sebatas ingin membuat sensasi.
Namun semuanya terjawab sudah ketika umurku masuk diusia yang kedua belas. Inilah dimana aku merasakan sesuatu yang sangat luar biasa. Aku merasa hari ulang tahunku diperingati oleh hampir semua umat islam di Indonesia bahkan dunia. Hari ulang tahunku saat itu bertepatan dengan hari raya idul fitri. Itu akan aku kenang selalu Selama hidupku. Ditahun yang spesial ini lagi-lagi kakakku memberikan kado yang tak terduga olehku. Saat itu malam takbiran dan semua orang ribut untuk mempersiapkan hari yang fitri. Gema takbir menggema hampir di seluruh masjid di desaku. Hatiku benar-benar mendayu biru dengan suasana itu. Ketika semua orang rumah sedang beristirahat, kusempatkan untuk keluar melihat langit yang seolah-olah sedang berbicara kepadaku. Diriku termenung sejenak memandangi langit yang yang sangat cerah malam itu. Kugantungkan semua asa dan cita-citaku dengan kepercayaan diri yang sangat tinggi. Aku merasa malam itu adalah salah-satu malam yang sangat istemewa dalam hidupku. Malam semakin larut membuatku memetuskan berhenti berkencan dengan panorama malam takbiran yang sangat mempesona waktu itu. …Lihat sellengkapnya :)…

kondisi terkini politik di Indonesia membuat kita menyatukan dua kata berlawanan antara bangga dan kecewa. Bagaimana tidak, dalam beberapa kasus  politik, kita dihadapkan pada sebuah situasi yang tidak logis. Ya! Tidak logis dalam ranah hukum dan keadilan. Untuk masalah hukum kita mungkin bisa sedikit acuh karena itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab penegak hukum. Tapi dalam hal keadilan, kekecewaan tidak bisa dibohongi. Semakin orang meneriakan demokrasi semakin jauh mereka pada makna demokrasi. Demokrasi bukanlah undang-undang yang menjadi pegangan layaknya UUD 1945 melainkan sebuah -terma- yang digunakan sebagai representasi makna undang-undang itu sendiri. Ketika Bung Karno dan para pejuang Nusantara dengan susah payah berusaha melepaskan Indonesia dari Jepang, Inggris dan Portugis, Soeharto juga dengan susah payah membuat Indonesia terbelenggu dalam kebisuan nurani, sebuah kebisuan yang membuat ruh demokrasi mati dalam kurun waktu sekitar 32 tahun. …see more :)…

Pada dasarnya kita browsing internet untuk mencari data. Entah data artikel, data gambar, data Pada dasarnya kita browsing internet untuk mencari data. Entah data artikel, data gambar, data music, data video, data fungsional dari software, data jejaring sosial, dsb. Terkadang setelah selesai kita jadi bingung sendiri, mau ngapain lagi? Padahal waktu masih longgar atau jatah billing warnet eman dilewatkan. Nah, untuk alternatifnya, coba kunjungi beberapa situs ini sesuai minat anda.

Kalau anda browsing dari hp:
http://www.waptrick.com > Situs gratis untuk download game2 java mini. Hati-hati ada sponsor game premium di dalamnya.
– m.getjar.com > Situs gratis untuk download banyak aplikasi java. Bagus juga untuk mencari game.
– m.astaga.com > Situs berita ringan dan entertainment. Peristiwa unik, resensi film juga terbahas di sini.
– m.detik.com > Situs berita terupdate. Sangat populer di dunia maya. Jadwal siaran bola juga ada lho.
– wapedia.mobi/id > Ensiklopedia wiki yang ringan diakses dari hp. Bagus untuk wawasan singkat tentang suatu hal.
– pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi > Situs Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) online.
– m.wattpad.com > Download aplikasinya dan baca koleksi lebih dari 100.000 ebook secara online/offline. Novel best seller seperti Laskar Pelangi, Ayat-Ayat Cinta, Sherlock Holmes, dan Da Vinci Code bisa ditemui di sini.
– mini.opera.com > Download browser Opera.
– wap.ucweb.com/dl.php > Download browser Ucweb.
– teashark.com/download.html > Download browser Tea Shark.
– mjetz.com/index.asp > Download browser Mjetz. …..Klik sini klo mau baca semua y🙂 ….

…baca selengkapnya ok…

Senandung Luka

Luka Di negeri Piramid

Malam sunyi tak bernyawa

Guratan kepedihan menusuk jiwa yang hampa

Angin datang ikuti arus peristiwa malam yang semakin brutal

Oh jiwaku malang, jiwaku sayang, jiwaku hampa …Baca sini untuk komplit🙂 …