Sekitar tahun 701 H, telah lahir seorang ulama besar dengan nama lengkap Abul fida’ ‘imaduddin isma’il ibn umar ibn katsir ibn dhou’ibn katsir ibn dir’in al bashori ad damasyki alfakih as syafi’I al hafidz ‘imaduddin ibn alkhotib syihabuddin, beliau dilahirkan di dekat kota bushra, terletak di sebelah timur Damaskus. Beliau tinggal bersama dengan saudara laki-lakinya pada saat berusia tujuh tahun karena ayahandanya meninggal dunia pada saat itu. Sebagai seorang yang memiliki karakter ulama, beliau mampu mempelajari ilmu-ilmu agama yang sangat banyak pada saat berusia sepuluh tahun, menginjak umurnya yang ke delapan belas beliau telah hafal kitab mukhtashor ibnI hijab.
Beliau belajar dari ulama-ulama yang sangat ‘alim, diantara guru-guru beliau yaitu :
 Burhan Al fazari
 Al kamal Ibn Al qadhi Syahbah
 ‘isa Ibn Al muth’am
 Ahmad Ibn Abi Thalib
 Al qosim Ibn ‘asakir
 Ibnu Asyirazi
 Ishaq Al amidi
 Muhammad Ibn Zaradi
 Asyeikh Jamaluddin Yusuf Ibn Zaki Al mizzi ( pengarang kitab Tahdzibul Kamal ), beliau juga menikahi putrinya.
 Syaikhul islam Ibnu Taimiyah
 Syaikh Muhammad Syamsuddin Adzahabi
 Abu Musa Al kurafi
 Al husein
 Abul Fathi Ad dabusi
 ‘ali Ibn Umar Al wani
 Yusuf Al katani.

Masih ada lagi bebrapa guru beliau yang tidak disebutkan, beliau sangat mencintai guru-gurunya dan menggunakan ilmu yang telah diperoleh dengan sebaik-baiknya. Salah satu murid beliau yang terkenla adalah Ibnu hijjiy,salah seorang murid Ibnu katsir yang mengaku tidak pernah menulis satu hurufpun sebelum mendapatkan izin dari gurunya tersebut. Para ulama memujinya dengan pujian yang sangat banyak dan berbeda-beda. Imam adzhabi menyebut bahwa Syaikh Ibu katsir adalah imam muhadist, mufti, fakih yang sangat produktif dan cemerlang dalam menanggapi persoalan-persoalan agama melalui karya-karyanya.

Beberapa karya-karya beliau yang sangat terkanal antara lain :

 Tafsir Alquran Al’adzim
 Albidayah wa An nihayah
 Tabaqoatl Asyafi’iyah
 Ikhtishoru ‘ulumil Hadis
 Almuqadimat

Masih banyak lagi buku-buku beliau yang lain dan sangat berperan dalam perkembangan khasanah keilmuan umat islam.

Sebagai seorang manusia biasa, maka tepat pada hari kamis, dua pululuh enam Sya’ban 774 H beliau menghembuskan nafas terakhirnya. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Pendapat menukil dari pendapat Ibnu tarzi bardi. Adapun jenazah beliau di makamkan dalam satu pekuburan bersama dengan syaikhul islam Ibnu taimiyah, di pekuburan Ashufiyah di luar Babu nashr di Damaskus.


[1] Aku tulis ini pada Ahad 27 Maret 2011 pukul 21.30 waktu Kairo.,..Attabik Hasan Ma’ruf.

About these ads